Our Blog
Read the Latest News

23 Oktober 2017 | 

Ribuan Santri Ikuti Upacara HSN

Wuluhan , JEMBER - Ribuan santri seluruh penjuru Kec. Wuluhan mengikuti upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2017 di Lapangan Wuluhan, Minggu (23/10). Berbeda dengan tahun sebelumnya yang didominasi santrisantri Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Pondok Pesantren Bintang Sembilan (YASPPIBIS) .

Santri-santri ikut dalam upacara. Dihadiri pula pelajar seluruh lembaga pendidikan, baik di bawah naungan LP Ma’arif dari tingkat Dasar Hingga Atas.

Juga dari anggota lembaga dan banom (badan otonom) NU,seperti  Muslimat , Anshor , Fatayat dsb . Juga dihadiri oleh Kapolsek Wuluhan , Pihak Koramil wuluhan  , sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Kepala Desa di Kecamatan Wuluhan, perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Hadir pula tokoh lintas agama dan masyarakat. Prosesi upacara dirangkai dengan pembacaan pembukaan UUD 1945 dan ikrar santri nasional. Isinya antara lain, sebagai santri NKRI tetap berpegang teguh pada akidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Juga berkomitmen melaksanakan empat pilar, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian dunia.

Kemudian aktif dalam pembangunan serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal ika, serta konstitusi dasar lainnya yang bertentangan dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan panji-panji berupa bendera merah putih, bendera NU dan bendera HSN 2017.

 

Resolusi Jihad

Dalam kesempatan itu, mengingatkan peran besar ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan, maupun dalam mengisi kemerdekaan.

‘’Tanpa resolusi jihad NU dan pidato Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari yang menggetarkan, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November,’’. Kiprah santri, lanjut dia, sudah teruji dan mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila dan bersendikan Bhineka Tunggal Ika.

Tanpa kiprah para ulama dan santri dengan sifat-sifat sosialnya yang moderat (tawasuth), toleran (tasamuh), proporsional (tawazun), lurus (i’tidal) dan wajar (iqtishod), NKRI belum tentu eksis sampai sekarang. Kapolres menyontohkan, saat ini negeri-negeri muslim di Timur Tengah dan Afrika porak poranda karena banyaknya ektremisme.

Juga ketiadaan komunitas penyangga aliran Islam moderat, seperti halnya NU. Mengingat pentingnya santri serta agenda upacara HSN tersebut, Kapolres pun sempat menegur sejumlah santri yang tidak antusias saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. ‘’Maaf para Romo (kiai). Saya harus menegur, karena penghormatan terhadap lagu Indonesia Raya penting,’’.

Add comment


Security code
Refresh

Do You Have a Tip or an Idea for a Story? Tell Us About It.