Skip to content

REVIEW NOVEL HATI SUHITA

REVIEW NOVEL HATI SUHITA

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Foto Sampul Novel Hati Suhita (Sumber : perempuanmembaca.com)

Novel Hati Suhita terbit pada tahun 2019 dan ditulis oleh khilma anis. Buku tersebut terdiri dari 405 halaman dan diterbitkan oleh Telaga Askara. Novel ini memiliki kisah yang sangat menyayat hati setiap pembaca.

Bagi seorang wanita yang harus mengalami pernikahan tanpa ada dasar cinta  adalah hal yang paling mereka hindari. Alina Suhita ialah putri dari pemilik pesantren yang harus menerima perjodohan dengan Gus Albirruni, putra tunggal dari  sahabat abahnya. Hari-hari Alina sangat menyakitkan karna harus menjalani kisah pernikahan yang sama sekali tidak ada kehangatan. Meskipun berstatus suami istri, mereka menjalaninya tak selayaknya suami istri pada umumnya.

Gus Birru sangat dingin pada istrnya (Alina), bahkan Gus Birru enggan untuk menyentuhnya. Gus birru sendiri tidak ingin menyentunya tanpa ada dasar cinta, karena ia belum usai dengan masa lalunya yaitu Rengganis.

Hati  Alina sangat tersakiti mengetahui bahwa perlakuan Gus Birru sangatlah manis terhadap Rengganis. Berbeda jauh saat memperlakukan dirinya yang notebeneya istri sah. Ditengah-tengah perasaan sedihnya dan kehadiran Rengganis kerumah tangganya, Datanglah sosok Dharma, yang telah lama Alina kenal dan kagumi dulu seolah menawarkan keteduhan untuk hatinya yang sedang perang. Untung saja Alina masih memiliki sedikit semangat untuk terus menjalani kehidupan rumah tangganya.

Disaat perasaan itu bertambah sangat rumit, Alina pergi ziarah ke makam para wali untuk menenangkan diri. Ia bingung memilih untuk pulang kerumah mertuanya atau pergi ke rumahnya sendiri. Alina bertekad mengambil keputusannya  pulang kekediaman sang kakek nenek untuk menenangkan hatinya.

Siapa sangka selama Alina tinggal disana, Gus Birru mulai mencarinya, menanyai dimana dan kapan pulang. Umminya yang sedang sakit dan Gus birru sendiri tak tau dimana dan bagaimana cara mengobati umminya saat sakit. Gus birru sendiri tak pernah merawat umminya bukan karna tak mau, akan tetapi ia disibuk kan dengan kegiatannya.

Tuhan memang baik kepada seseorang yang ingin bersabar, tak disangka Gus birru yang sangat dingin itu menemuinya dan mengajaknya untuk pulang bersama. Mulai saat itu, Gus birru mulai hangat terhadap Ning Alina dan mulai melupakan masalalunya.

Dalam novel ini banyak sekali pengajaran agama yang bisa kita contoh seperti halnya,kesabaran dan keikhlasan. Novel ini juga dapat dijadikan inspirasi maupun motivasi untuk pasangan yang membangun rumah tangga.

Bagi saya kelemahan dari novel ini ialah banyaknya cerita-cerita yang mengandung unsur tentang perwayangan yang lumayan membosankan dan menganggu konsentrasi saya dalam memahami alur cerita.

Penulis : Anisa Sifa Sofia